Minggu, 04 September 2011

Trik internet gratis

september 2011

Sekian lama vakum akhirnya bisa nge-blog lagi
karena kesibukan jadi ga ke urus deh
oke langsuk ke

TKP


pada kesempatan kali ini gw mau bagiin sedikit tentang trik gratisan internet untuk kartu TELKOMSEL..
trik ini berjalan di all app Handler salasatunya opera mini handler yaitu favorit gw, berikut triknya,CEKIDOT
-isi bagian server dengan
-http://mini5.opera-mini.net:80/
-Centang remove port from URL

untuk setingan di app handler lainnya cukup isi di bagian front Query dengan
-mini5.opera-mini.net@
untuk nokia s40 harus pake file provisioning dulu

sekian semoga anda beruntung

Kamis, 26 Mei 2011

(Kandidat) kawah meteorit di Majalengka

Di perbatasan kabupaten Majalengka dan Sumedang (Jawa Barat), tepatnya di Daerah Aliran Sungai (DAS) Cilutung pada koordinat 6? 50 ' LS 108? 11' BT, telah lama dijumpai struktur geomorfologi berbentuk melingkar dengan ukuran cukup besar. Jejak -jejak lingkaran tersebut mengesankan sebagai kawah dan ada yang berbentuk nyaris utuh, namun ada pula yang kurang dari separuh. Dalam citra Google Earth bentuk -bentuk ini nampak cukup jelas. Di dalam kawasan seluas 12,7 x 12,7 km 2 dijumpai 5 buah kawah masing - masing kawah A (diameter 8,5 km), kawah B (diameter 3,9 km), kawah C (diameter 4,3 km), kawah D (diameter 3,5 km) dan kawah E (diameter 4,9 km). Kawah A dan E terpisah dari lainnya sementara kawah B, C dan D saling tumpang tindih..
.
Citra kompleks kawah kelima kawah dan labe benda langit pertama d modifikasi oleh Sudiby Dalam peta geologi terbitan Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi (P3G) Bandung tahun 1973 jejak kelima kawah tersebut telah terpetakan dimana dasarnya dilapisi sedimen yang menjadi bagian formasi Citalang dengan usia tergolong muda dalam skala waktu geologi, yakni Pliosen (4 juta tahun). Sehingga kawah - kawah tersebut kemungkinan berusia 4 juta tahun. Bentuk -bentuk melingkar tersebut saat itu ditafsirkan sebagai gejala pematahan menanjak/menaik (thrust -faulting) yang berbentuk melengkung. Sejumlah geolog berasumsi struktur - struktur melingkar ini terbentuk akibat bekerjanya tektonik lengseran (gliding tectonics). Belakangan asumsi tektonik lengseran sulit untuk dipertahankan, mengingat dengan bentuk struktur yang melengkung ke segenap penjuru arah mata angin maka terdapat kesulitan untuk mencari lokasi pusat bebannya. Atas dasar demikian, geolog senior RP. Koesoemadinata mengemukakan hipotesis baru, bahwa penyebab terbentuknya kelima kawah tersebut bukanlah gaya endogen dari dalam Bumi, melainkan faktor terestrial berupa tumbukan benda langit berkecepatan sangat tinggi (hypervelocity impacts). Asumsi ini sangat menarik, mengingat dari 175 buah kawah (atau kompleks kawah) tumbukan benda langit yang telah terbukti di permukaan Bumi seperti didata Planetary Space Science Data Center University of New Brunswick (Canada), tak satupun yang berada di Asia Tenggara khususnya Indonesia. Padahal dengan luas wilayah demikian besar dan sejarah geologi yang panjang (merentang hingga masa lebih dari 100 juta tahun silam), adalah aneh bila di Indonesia tidak ditemukan jejak tumbukan benda langit mengingat fenomena ini merupakan salah satu proses fundamental pembentuk permukaan Bumi. Salah satu problem terkait ketiadaan penemuan tersebut adalah jarangnya penelitian yang terfokus, apalagi dengan sejarah geologinya maka amat dimungkinkan kawah -kawah produk tumbukan benda langit di Indonesia (khususnya yang berumur lebih dari sejuta tahun) telah tererosi berat. Sehingga hanya tersisa jejak - jejaknya saja yang tak kasat mata dan hanya bisa diidentifikasi lewat metode -metode geofisika seperti survei seismik, gravitasi maupun magnetik yang mahal..
.
Perbandingan bentuk k kawah tumbukan benda yang bolide -nya terfra di atmosfer Bumi seper diperlihatkan kompleks Henbury di Australia ( dengan yang yang bolid terfragmentasi di angk melanggar orbit Roche diperlihatkan untaian kawah Ganymede. Kredit foto : dan NASA, 2011 Kompleks kawah tumbukan benda langit di Bumi, khususnya yang menempati wilayah sempit, terbentuk oleh benda langit yang mengalami pemecahbelahan dalam lingkungan atmosfer Bumi. Proses ini terjadi tatkala benda langit yang jatuh (dengan kecepatan antara 11 km/detik hingga 72 km/detik) menjumpai atmosfer Bumi sehingga menghadapi tekanan ram (tekanan udara yang terbentuk di depan obyek berkecepatan sangat tinggi). Tekanan ram kian membesar seiring kian dalamnya sebuah benda langit menerobos atmosfer sehingga menjumpai lapisan -lapisan udara yang kian padat. Pada benda langit kecil (meteoroid), tekanan ram mampu membuat keseluruhan atau sebagian besar massa beda mengalami ablasi, yakni mengalami pemanasan demikian hebat sehingga teruapkan/terlepas ke lingkungan sekitar sebagai butir -butir debu mikroskopis, sementara sisanya mengalami fragmentasi (pemecahbelahan) yang umumnya terjadi di antara ketinggian 70 km hingga 30 km. Sebaliknya pada bolide hanya sebagian kecil massa yang mengalami ablasi. Sebagian besar lainnya terus menerobos atmosfer Bumi sebagai bongkahan utuh sampai ke titik dimana tekanan ram melampaui yield strength bolide sehingga terjadilah fragmentasi pada ketinggian lebih dari 100 km. Fragmentasi memproduksi sejumlah pecahan besar yang selanjutnya jatuh ke Bumi secara berdekatan. Sejumlah kompleks kawah tumbukan berusia sangat muda (Holosen) terbentuk lewat mekanisme demikian, misalnya saja kompleks kawah Macha (Russia), Campo del Cielo (Argentina), Henbury (Australia), Wabar (Saudi Arabia) maupun Sikhote - Alin (Russia). Sebaliknya, bila pemecahan terjadi di angkasa (misalnya akibat bekerjanya gaya tidal saat benda langit melanggar batas orbit Roche), kompleks kawah tumbukannya akan berbentuk barisan kawah menyerupai untaian tasbih (berjejeran) yang menempati area lebih luas, seperti yang salah satunya bisa dijumpai di Ganymede (salah satu satelit Jupiter). Dengan demikian kompleks kawah Majalengka mungkin dibentuk oleh bolide yang terfragmentasi di ketinggian atmosfer. Dan dengan bentuk tiap kawah yang sferis mendekati lingkaran, maka bisa dikatakan bolide pembentuknya jatuh dari altitud tinggi bila dilihat dari titik target. Eugene M. Shoemaker, bapak astrogeologi sekaligus salah satu pendiri cabang ilmu tumbukan benda langit, menggarisbawahi bolide yang menghantam Bumi rata -rata berasal dari altitud 45?, namun data empirik memperlihatkan kawah tumbukan sferis bisa dibentuk oleh bolide yang jatuh dari altitud 20? hingga 90? terhadap permukaan Bumi yang menjadi targetnya..
.
Perbandingan bentuk p Majalengka (kanan). M menampilkan fitur seru Majalengka bisa ditafs foto : Wynn, 1998 dan Simulasi Dengan anggapan target tumbukan memiliki densitas sama dengan densitas bolide yakni 2 gram/ cm 3 dengan 10 % massanya terablasi, densitas udara di permukaan laut 0,001 gram/cm 3, skala tinggi atmosferik 8 km, drag coefficient 2, perilaku bolide di atmosfer menyerupai peristiwa Tunguska 1908 dengan pancake -factor 10, rasio diameter kawah tumbukan terhadap bolide 20:1, rasio konversi energi tumbukan ke energi seismik 0,01 % dan rasio konversi energi tumbukan ke energi termal 0,3 %, maka simulasi dengan pendekatan pemodelan fisika ledakan nuklir (dengan mengesampingkan radiasinya) mengindikasikan bahwa bolide pembentuk kompleks kawah Majalengka semula merupakan benda langit minor berdiameter 500 m dengan massa 120 juta ton yang melayang di angkasa pada kecepatan inisial 50 km/detik. Terhadap titik target Majalengka (purba), bolide jatuh dari altitud 20? pada kecepatan relatif 51 km/detik. Dalam perjalanannya menembus atmosfer, terjadi fragmentasi pada ketinggian 144 km, seperti diindikasikan dari parameter If yang nilainya hampir mendekati nol (tepatnya 6 x 10 -6). Agar bolide tidak mengalami fragmentasi maka parameter If harus bernilai lebih dari 1. Fragmentasi tidak mengubah banyak kecepatan setiap fragmen yang terbentuk sehingga mereka lantas jatuh membentur Bumi dengan hebatnya. Total energi tumbukan mencapai 1,42 x 10 20 Joule atau 34.000 megaton TNT, setara dengan energi letusan Gunung Tambora 1815, dimana 74 % diantaranya merupakan energi tumbukan kawah A. Tumbukan tiap fragmen pada targetnya menyebabkan evaporasi baik pada target maupun fragmen bolide lewat fase kompresi. Selanjutnya mayoritas energi tumbukan dihantarkan ke target dalam fase ekskavasi dan membentuk kawah transien. Kawah transien ini bersifat sementara dan bentuknya kemudian dimodifikasi oleh gravitasi Bumi pada fase modifikasi sehingga menjadi kawah kompleks, yang ditandai oleh munculnya kubah pusat (central -peak) ditengahnya sekaligus runtuhnya punggungan melingkar (crater ring) yang mengelilingi tepiannya menjadi sejumlah undakan yang sekilas menyerupai hasil pensesaran anjak. Dihitung dari kawah A sebagai kawah terbesar, tumbukan melepaskan panas luar biasa yang dikenal sebagai radiasi termal, yang membakar hutan seluas 76.500 km2 disekelilingnya. Tumbukan juga melepaskan gelombang kejut (shockwave) yang menghajar hutan seluas 17.700 km 2 di sekelilingnya hingga rata dengan tanah. Namun dampak yang terasakan di seluruh permukaan Bumi terjadi tatkala tumbukan melepaskan debu produk tumbukan (ejecta) sebanyak 65 km 3, hampir separuh material vulkanik letusan Gunung Tambora 1815. Ejecta membumbung tinggi hingga ke lapisan stratosfer selanjutnya tersebar secara lateral dan berperan sebagai tabir surya yang memblokir cahaya Matahari bersama dengan butir -butir asam sulfat yang turut terbentuk. Akibatnya intensitas cahaya Matahari yang sampai di permukaan Bumi pun berkurang sehingga menyebabkan penurunan suhu rata -rata permukaan Bumi. Fenomena ini dalam model TTAPS (sebagai akronim dari kelima ilmuwan pengusulnya yakni Turco, Toon, Pollack, Ackerman dan Sagan) dikenal sebagai musim dingin nuklir yang bersifat global dengan dampak mungkin menyerupai dampak letusan Gunung Tambora 1815.
Pembuktian
.
Kunci untuk membukti struktur geologi sebagai tumbukan benda langit lembaran -lembaran da kristal kuarsa yang ter dan hanya bisa dilihat mikroskopik, sampel dar (Jerman). Tengah : sha bisa dilihat secara mak sampel dari kawah Well Bawah: suevit (breksi t sampel dari kawah Ries Selain bentuk sferisnya, ada beberapa ciri menonjol pada kompleks kawah Majalengka yang mirip ciri -ciri kawah tumbukan benda langit. Pada kawah A misalnya, dijumpai lengkungan yang berundak -undak dan mengesankan sebagai punggungan melingkar yang menjadi batas kawah. Sementara pada kawah D dijumpai sisa -sisa kubah tepat di pusat kawah, yang mirip dengan central -peak dalam kawah tumbukan benda langit. Namun membuktikan kompleks kawah Majalengka sebagai hasil tumbukan benda langit masa silam tidak terletak pada analisis kemiripan bentuknya maupun ciri -cirinya, melainkan pada eksistensi mineral - mineral kunci yang tidak terdapat dalam struktur geologi lainnya. Tumbukan benda langit melibatkan energi kinetik sangat besar yang menyamai magnitud ledakan nuklir sehingga dampaknya pun menyerupai ledakan nuklir (minus radiasinya). Terbentuknya gelombang kejut menghasilkan tekanan ekstratinggi (overpressure) di titik tumbuk dalam orde ratusan ribu hingga jutaan ton tiap m 2, sehingga sanggup mengubah batuan target menjadi batuan malihan dinamik (metamorf tekanan) tingkat tinggi. Butir -butir pasir (SiO 2) akan tertekan hebat menjadi felspar (pada tekanan 5 juta ton/m 2) atau koesit (pada tekanan 200 ribu ton/m 2). Secara mikroskopis mineral tersebut juga memiliki fitur berupa lembaran -lembaran (laminasi) datar, yang dikenal sebagai planar deformation features (PDF). Dalam orde tekanan lebih rendah, secara makroskopis akan terbentuk shatter cones yakni batuan yang menyerupai kerucut terpecah atau ekor kuda. Pada tekanan jauh lebih tinggi, batuan bisa meleleh (menyerupai lava), untuk kemudian membeku kembali setelah tercampur dengan bongkah - bongkah produk tumbukan sehingga menghasilkan breksi tumbukan/breksi polimiktik (suevit). Sehingga, pembuktian apakah kompleks kawah Majalengka merupakan jejak tumbukan benda langit atau bukan bergantung pada adakah mineral koesit atau felspar, atau lapisan -lapisan mendatar, atau shatter cones. Jika salah satu atau ketiga -tiganya dijumpai, maka hipotesis itu pun terbukti.

Sumber:

Langitselatan.com

Sabtu, 30 April 2011

Ciuman dari sudut pandang ILMIAH


Menurut ilmuwan ciuman itu ada penjelasan ilmiahnya bukan sekedar nafsu.
Peneliti dari Lafayette College di Pennsylvania telah menemukan jawaban mengapa berciuman dapat membuat sepasang manusia bahagia. Peneliti mengatakan bahwa ketika bibir 'terkunci' sebenarnya terjadi percikan peningkatan hormon di dalam otak, seperti dilansir Foxnews, Sabtu (30/4/2011).
Karena adanya serangkaian proses kimia yang kompleks, pasangan yang berciuman akan mengalami kombinasi perasaan, dari relaksasi, sukacita dan cinta. Memegang tangan (bersentuhan) dan berciuman juga dapat mengurangi kadar kortisol yang merupakan hormon stres.
Jadi tidak mengherankan bila banyak yang menganggap bahwa berciuman adalah cara yang mudah untuk menghilangkan stres.
Ciuman dapat mentransfer informasi dan membuat seseorang mengenal kepribadian pasangannya lebih dalam. Pertukaran informasi tersebut disebabkan oleh sinyal kimia, yaitu feromon yang juga digunakan oleh hewan untuk menyampaikan pesan. Berdasarkan penelitian di University of Albany terhadap 1.041 partisipan, diketahui bahwa pria umumnya senang melakukan ciuman ala French yang basah karena air liurnya mengandung testosteron, yang dapat memicu libido wanita. "Ada bukti bahwa air liur memiliki testosteron di dalamnya dan testosteron dapat meningkatkan dorongan seks.
Ada bukti bahwa orang-orang yang berciuman dengan mulut terbuka secara tidak sadar mereka mencoba mentransfer testosteron untuk merangsang dorongan seksual pada wanita," kata Helen Fisher, anthropologist Rutgers University. Menurut Fisher, pria dapat mentransfer air liur untuk menilai kesuburan wanita dan siklus estrogen.
Para ahli lainnya juga menyebutkan bahwa pria dapat memancing estrogen wanita, yang juga merupakan detektor apakah wanita tersebut mandul atau tidak. Dan tahukah Anda ketika seseorang berciuman sederhana (kecupan) ada dua otot wajah yang aktif, sedangkan ketika melakukan ciuman yang bergairah maka semua otot (34 otot) yang ada di wajah ikut aktif.

Sabtu, 19 Februari 2011

Trik internet gratis telkomsel upadte 2011

Asslamualaikum Wr.Wb...salam sejahtera....bagi temen-temen pecinta gratisan....hehehehehe ma'af kalo hehe nya kepanjangan...maklum sedang hepi....
okeh langsung saja kali ini saya akan membagikan trik gratisan all aplikasi handler bulan ini,langsung ke TKP
Setingan di opera mini handler:
-Custom http:
http://mini.opera.com@server4.operamini.com:80/
-Custom socket:
Socket://mini.opera.com@server4.operamini.com:1080/
-front query:
mini.opera.com@t9space.com/power/m/http/
-Yang lain nya kosongin aja
-Centang Remove port from URL-Host:
0.facebook.com
-Setingan untuk semua aplikasi handler,cukup isi Front Query nya aja dengan:
-mini.opera.com@

sekian trik gratisan kali ini semoga bermanfaat selamat mencoba

Sabtu, 15 Januari 2011

Internet gratis telkomsel 15 januari 2011

(update)

Kali ini Saya akan membagikan trik gratisan opera mini handler,untuk para sahabat gretongerz saya sarankan untuk memasang file.prov terlebih dahulu,tapi bagi yg ga pasang nggak apa-apa juga sih,baik langsung ke TKP.

APN: jangan di ubah
->Custom http:

http://reg.citrongo.com@nokia-s40-8-cust.opera-mini.net:80/

->custom socket:

socket://reg.citrongo.com@nokia-s40-8-cust.opera-mini.net:1080/

->front query:

reg.citrongo.com@t9space.com/power/s/http/

->centang remove from URL
->Host: reg.citrongo.com

yang lain nya kosongin aja



selamat mencoba (klik didie imiink)